Ternyata ubi jalar rebus dan panggang bisa turunin berat badan

Jakarta – Ubi jalar tidak hanya lezat, tetapi juga bisa menjadi sahabat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Kandungan serat yang tinggi, rasa manis alami, rendah lemak, serta karbohidrat yang dicerna perlahan membuatnya menjadi pilihan ideal untuk menjaga berat badan tetap stabil.

Mengutip Hindustan Times, Sabtu (29/11), ahli gizi dari Rumah Sakit Fortis, Bharathi Kumar, menjelaskan bahwa baik ubi jalar direbus maupun dipanggang memiliki manfaat masing-masing, meskipun cara pengaruhnya terhadap tubuh berbeda.

Menurut Kumar, ubi jalar rebus memiliki indeks glikemik lebih rendah, sehingga gula darah meningkat lebih lambat dan rasa lapar lebih mudah dikontrol. Teksturnya yang lembut juga membuatnya gampang dicerna, cocok bagi mereka yang membatasi asupan kalori.

Sementara itu, ubi jalar panggang terasa lebih manis dan memberi rasa kenyang lebih lama. Namun, karena kandungan airnya berkurang selama dipanggang, kalorinya sedikit lebih tinggi.

“Untuk pengendalian berat badan secara konsisten, ubi jalar rebus lebih dianjurkan. Sedangkan ubi jalar panggang tetap bisa dinikmati sesekali tanpa perlu menambah minyak berlebih,” ujar Kumar.

Ia menambahkan bahwa setiap metode memasak memengaruhi kandungan nutrisinya. Pemanggangan meningkatkan kadar protein, karbohidrat, dan energi sehingga lebih padat nutrisi. Perebusan menjaga kadar air tinggi, mengukus bisa meningkatkan kadar lemak, dan menggoreng berpotensi menaikkan kadar mineral akibat panas tinggi. Perbedaan suhu dan durasi memasak inilah yang menentukan nilai gizi akhir ubi jalar.

Bagi yang ingin menurunkan berat badan, menjaga gula darah stabil, dan kalori rendah, merebus ubi jalar menjadi pilihan utama. Sementara bagi yang ingin cita rasa lebih kaya tanpa kehilangan nutrisi, ubi jalar panggang tetap aman dikonsumsi.

Untuk konsumsi sehari-hari, Kumar menyarankan porsi sekitar 100–150 gram atau setara satu ubi ukuran sedang. “Jumlah ini cukup untuk memberi energi stabil, serat yang baik, serta nutrisi penting seperti kalium dan vitamin C, tanpa menambah karbohidrat berlebihan. Hindari menambahkan mentega kental, gula, atau menggorengnya karena bisa mengurangi manfaatnya,” jelasnya.

Kumar juga menekankan waktu terbaik untuk makan ubi jalar adalah siang hari, baik untuk sarapan, makan siang, atau camilan. Mengonsumsinya di pagi hari membantu energi tubuh bertahap dan mencegah rasa lapar berlebihan di malam hari. Ubi jalar juga ideal dijadikan sumber energi sebelum olahraga.

Namun, tidak semua orang disarankan mengonsumsi ubi jalar. Penderita diabetes yang tidak terkontrol, orang dengan gangguan ginjal, masalah pencernaan, atau yang mudah kembung sebaiknya membatasi konsumsinya.

Dengan teknik memasak yang tepat dan porsi yang pas, ubi jalar bisa menjadi teman diet yang sehat sekaligus tetap nikmat.

Editor : Pttogel
Sumber : tokopedia99.id