liga335 — Merespons musibah banjir bandang dan tanah longsor yang baru-baru ini melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, perusahaan finansial teknologi Akulaku turut mengambil peran dalam upaya pemulihan melalui penyaluran bantuan kemanusiaan.
Sebagai wujud kepedulian dan kontribusi terhadap masyarakat yang terdampak, PT Akulaku Finance Indonesia bersama PT Akulaku Silvrr Indonesia mendistribusikan bantuan dengan melakukan sinergi strategis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia.
Nilai Bantuan dan Tujuan Penyaluran
Total bantuan yang disalurkan mencapai nilai Rp 200 juta. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendesak para penyintas di tiga provinsi yang terkena dampak bencana tersebut.
“Penyerahan bantuan secara simbolis telah dilaksanakan di Kantor BAZNAS RI dan dihadiri oleh perwakilan manajemen kami serta pimpinan BAZNAS,” jelas Meyli Rita Rahmayati, Direktur Kepatuhan PT Akulaku Finance Indonesia.
Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Melalui aksi ini, Akulaku menegaskan kembali komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Fokusnya adalah memberikan respons cepat terhadap bencana alam dan memperkuat jaringan dukungan kemanusiaan di berbagai daerah.
“Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk hadir di saat masyarakat paling membutuhkan. Prioritas kami adalah membantu memenuhi kebutuhan paling mendasar di lapangan, yang mencakup bantuan logistik, perlengkapan darurat, hingga dukungan operasional seperti penyediaan dapur umum,” terang Meyli lebih lanjut.
Harapan untuk Masa Depan
Meyli juga menyampaikan harapan agar bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak positif yang nyata. “Kami berharap kontribusi ini mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan memberikan manfaat konkret bagi mereka yang sedang melalui masa-masa sulit pascabencana,” ujarnya.
Bencana banjir bandang dan longsor tersebut telah menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan, merusak rumah, memutus jalan dan jembatan, serta menyulitkan tim penyelamat untuk menjangkau lokasi yang terisolasi. Upaya pemulihan dan penyelidikan penyebab bencana pun terus dilakukan.