EPICTOTO — Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan peninjauan langsung ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Cikampek, Jawa Barat, serta Rest Area KM 57. Kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan keandalan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bagi masyarakat dalam menyambut periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Stok Nasional di Atas Batas Minimal
Dalam peninjauan tersebut, disampaikan bahwa rata-rata stok BBM nasional saat ini berada pada kisaran 24 hari. Angka ini menunjukkan posisi yang sehat, mengingat berada di atas batas cadangan minimal yang ditetapkan pemerintah sebesar 18 hari. Kondisi pasokan yang memadai ini diharapkan dapat menjaga kelancaran pemenuhan kebutuhan energi masyarakat selama libur panjang.
“Kita melakukan pengecekan di lapangan untuk mengetahui ketahanan energi kita. Ketersediaan energi harus kita pastikan untuk menjaga tingkat konsumsi di masyarakat. Intinya, kita ingin memastikan ketersediaan BBM dan LPG untuk masyarakat,” jelas Wakil Menteri ESDM di lokasi TBBM Cikampek.
Cadangan Energi Dipertahankan untuk Periode Mendatang
Pengecekan langsung ini juga dimaksudkan untuk memberikan kepastian dan ketenangan bagi masyarakat yang akan berlibur dan merayakan Natal. Secara umum, persediaan BBM dan LPG dinilai mencukupi dan berada di atas kebutuhan harian rata-rata.
“Secara nasional cadangan kita sekitar 24 hari, sementara cadangan minimal yang ditetapkan adalah 18 hari. Jadi kita memiliki kelebihan sekitar 6 hari. Cadangan ini akan kita pertahankan hingga pelaksanaan kegiatan satgas hari besar keagamaan lainnya, misalnya Imlek pada Februari, serta menyambut bulan Puasa dan Idul Fitri pada Maret 2026,” ungkapnya.
Kelistrikan Aman, Kewaspadaan terhadap Bencana Diperlukan
Selain pasokan BBM dan LPG, kondisi kelistrikan nasional menjelang Nataru juga dipastikan dalam keadaan aman dan mencukupi. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana geologi seperti tanah longsor.
“Listrik mencukupi untuk Nataru. Terkait potensi bencana geologi, Badan Geologi terus aktif memantau dan memonitor untuk mengantisipasi segala kemungkinan, terutama yang dipicu oleh intensitas hujan saat ini,” tegasnya.
Layanan Antisipatif dari Pertamina Patra Niaga
Dari sisi operasional, PT Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mendukung distribusi energi yang lancar. Perusahaan menyiagakan layanan motoris khusus yang dirancang untuk membantu pengendara yang kehabisan BBM di jalan tol.
Layanan ini menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi untuk membawa jeriken BBM atau tabung LPG, memungkinkan tim menjangkau kendaraan yang terjebak kemacetan parah di area yang tidak dapat dilalui oleh truk tangki pengisi bahan bakar.