ANGKARAJA — Aksi teror yang menimpa sejumlah influencer, termasuk DJ Donny dan Sherly Annavita, mendapat kecaman keras dari berbagai kalangan, termasuk dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kecaman dari Anggota DPR
Deddy Sitorus, Ketua DPP PDIP, menyatakan bahwa aksi pengancaman seperti ini kerap dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan. Menurutnya, perilaku tersebut menunjukkan ketidakdewasaan dan cara pikir yang kekanak-kanakan dalam menyikapi suatu persoalan.
“Berbagai teror dan tekanan terhadap individu maupun kelompok kritis belakangan ini adalah refleksi dari para aktor pendukung kekuasaan yang otaknya masih dalam proses tumbuh kembang,” ujar Deddy Sitorus di Jakarta.
Dianalogikan seperti Fase Balita
Dalam pandangannya, tindakan teror merupakan buah dari ketidaksiapan menerima kritik dan ketidakmampuan merespons dengan akal sehat. “Ini persis seperti fase balita. Karena otaknya belum berkembang, mereka belum memiliki kemampuan untuk menyikapi atau memberikan respons yang baik dan beradab,” jelas Deddy.
Suara Kecaman dari Sesama Politisi
Kecaman serupa juga disampaikan oleh rekan sesama partai, Guntur Romli. Guntur dengan tegas menyebut aksi teror sebagai tindakan pengecut yang bertujuan untuk membungkam kritik dari masyarakat.
“Teror adalah tindakan pengecut. Tujuannya untuk membungkam kritik. Suatu respons yang menunjukkan ketidaksiapan berdemokrasi dan memegang amanah kekuasaan,” tegas Guntur Romli.
Peringatan atas Penyalahgunaan Kekuasaan
Guntur menilai ada pihak-pihak yang mulai menyalahgunakan kekuasaan untuk menebarkan ancaman dan ketakutan. Ia mengingatkan prinsip dasar demokrasi bahwa suara rakyat harus didengar.
“Ingatlah, suara dari rakyat, sekecil dan selemah apapun harus didengar. Vox Populi Vox Dei. Suara Rakyat adalah Suara Tuhan,” pungkasnya menegaskan.