Sinergi Polri dan Ormas Bang Japar Jaga Keamanan Nataru 2025/2026

Sinergi Polri dan Ormas Bang Japar Jaga Keamanan Nataru 2025/2026

EPICTOTO — Anggota DPD RI dari Dapil DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Bang Japar, Fahira Idris, memberikan apresiasi atas kegiatan sosialisasi dan silaturahmi yang digelar oleh Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Acara tersebut berlangsung di Markas Komando (Mako) Bang Japar, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (15/12).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam menyambut masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Komitmen Bersama Menjaga Stabilitas

Fahira Idris menilai, kehadiran langsung perwakilan Mabes Polri di markas Bang Japar menunjukkan keseriusan institusi kepolisian dalam merangkul dan memberdayakan potensi masyarakat. Menurutnya, masyarakat adalah mitra strategis yang vital untuk menjaga stabilitas keamanan, terutama di Ibu Kota.

Ia menegaskan kesiapan Bang Japar untuk berada di garda terdepan, bersama Polri dan seluruh elemen masyarakat lainnya, dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif selama periode Nataru.

Visi Berbuat dan Bermanfaat

“Sejak didirikan pada 2017 di Jakarta, Bang Japar hadir dengan semangat ‘Berbuat dan Bermanfaat’. Komitmen kami adalah menjadi pelindung warga, penggerak kemaslahatan, serta penjaga ketertiban. Bagi kami, keamanan adalah fondasi utama bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan ibadah masyarakat,” tegas Fahira Idris dalam keterangannya.

Lebih lanjut, ia menyatakan kesiapan Bang Japar untuk bersama-sama menjaga Jakarta agar tetap aman, damai, dan humanis.

Kolaborasi Nyata yang Telah Terjalin

Fahira Idris juga menjelaskan bahwa sinergi antara Bang Japar dengan Polri, TNI, dan pemerintah daerah telah dibangun sejak awal berdirinya organisasi. Kolaborasi ini tidak hanya dalam bentuk koordinasi, tetapi telah diwujudkan dalam berbagai program nyata.

Program-program tersebut mencakup inisiatif ‘Jaga Kampung’, pemberdayaan masyarakat, pendampingan hukum gratis melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bang Japar, aksi sosial dan kemanusiaan, hingga gerakan pangan murah yang telah menjangkau berbagai wilayah di Jakarta.